Lontarkan kata kotor saat wawancara langsung, KPAI desak Mendagri usut tindakan Ahok

OkeJoss.co – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali mengadirkan polemik lewat kata-kata keras yang diucapkannya. Polemik yang dihadirkan oleh mantan Bupati Belitung Timur kali ini terkait dengan wawancara eksklusif dari salah satu stasiun televisi swasta mengenai “Dana Siluman APBD DKI Jaya dengan pokok bahasan institusi dan personalia DPRD DKI Jaya”.

Dalam wawancara langsung tersebut, Ahok kerap emosional. Bahkan tercatat paling tidak tiga kali dia mengucapkan kata-kata kotor yang mengacu pada (maaf) kotoran manusia secara jelas dan tegas. Atas tindakan dan ucapan yang dilontarkan oleh Ahok tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada Kementerian Dalam Negeri untuk usut kata-kata kotor dan kasar dari sang Gubernur.

Permintaan KPAI yang diungkapkan oleh ketuanya Asrorun Ni’am Sholeh tersebut dikarenakan wawancara tersebut masih dilakukan pada jam utama, dimana masih banyak warga masih beraktivitas biasa, termasuk anak-anak. Selain itu, wawancara langsung tersebut juga bukan termasuk jenis tayangan publik yang memerlukan pengawasan orangtua bagi anak.

“KPAI menilai dialog yang menampilkan kata-kata kotor dan kasar itu sangat buruk dan tidak pantas disampaikan pejabat publik. Gubernur telah memberikan teladan sangat buruk bagi anak-anak,” kata Asrorun Ni’am Sholeh

Berhubung Gubernur merupakan penanggung jawab dari para kepala daerah, maka Mendagri diminta dapat melakukan proses penegakan hukum dan etika sehingga diharapkan dapat memberikan peringatan yang menimbulkan efek jera kepada Ahok.

Selain meminta agar Mendagri mengusut perkataan dan tindakan yang dilakukan oleh Ahok, KPAI juga mendesak Ahok agar meminta maaf terbuka kepada publik, terutama kepada anak-anak, menyesali perbuatannya serta menegaskan bahwa yang Ahok katakan itu salah, serta berkomitmen tidak mengulangi.

“Jangan karena pembelaan terhadap tokoh politik tertentu terus menghalalkan segala cara dan seolah membenarkan kata kotor dan kebohongan. Demikian sebaliknya, jangan karena kebencian terhadap tokoh tertentu kemudian menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan,” kata Sholeh.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,