Ilustrasi Krisis Air Kemarau Panjang
WADUK SUSUT:Sebuah perahu nelayan terdampar di daratan bekas genangan Wadung Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah, Senin (2/11). Genangan air waduk terus menyusut sepanjang musim kemarau tahun ini sehingga tidak cukup untuk menggerakkan turbin PLTA.(JP/Ganug Nugroho Adi)

Lima Kabupaten Di Wonogiri Masih Krisis Air

OkeJoss.co – Meski beberapa daerah di Indonesia sudah merasakan guyuran hujan pada beberapa waktu belakangan ini setelah kemarau panjang, namun ternyata tidak degan Wonogiri. Hujan belum turun di beberapa kabupaten di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, memungkinkan kondisi krisis air untuk menggigit lebih dalam.

Sampai pertengahan November, hujan belum turun di lima kabupaten, yaitu Eromoko, Giritontro, Giriwoyo, Paranggupito, dan Pracimantoro.

“Ini telah mulai hujan di daerah lain, tapi tidak di lima kabupaten, terletak di bagian selatan Wonogiri, di mana hujan turun hanya dua atau tiga kali. Reservoir belum diisi sehingga warga masih menghadapi kekurangan air bersih, “kata Wonogiri Bencana Badan Penanggulangan (BPBD) kepala Bambang Haryanto, Senin.

Dia mengatakan BPBD Wonogiri itu berjuang untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat dengan mengirimkan 14 tangki air dengan kapasitas 6.000 liter masing-masing untuk lima kabupaten setiap hari.

“Selain lima kabupaten, kita masih harus memenuhi kebutuhan air bersih dari daerah kekeringan melanda lain, seperti Kabupaten Manyaran. Sekitar 2.000 orang sangat membutuhkan air bersih, “kata Bambang.

Dia lebih lanjut mengatakan BPBD Wonogiri telah menerima informasi dari Stasiun Klimatologi Semarang bahwa untuk daerah di Jawa Tengah, hujan jatuh pertama dan kedua dasarian – jangka waktu meteorologi terdiri dari 10 hari – pada bulan November. Untuk beberapa daerah di bagian timur Jawa Tengah, hujan akan datang hanya di pertama dan kedua dasarian pada bulan Desember.

“Ini diperkirakan bahwa hujan akan turun di Wonogiri selatan pada pertama dan kedua dasarian bulan depan,” kata Bambang.

Dia mengatakan BPBD Wonogiri telah diperpanjang status siaga kekeringan darurat di kabupaten – yang awalnya akan berakhir pada Oct.31 – 30 November setelah pertama kali diumumkan pada bulan Juli. Keputusan itu dibuat karena pada pertengahan November, intensitas hujan yang rendah.

“Sebanyak 18.169 kepala keluarga atau sekitar 67.320 orang di delapan kabupaten masih menghadapi krisis air bersih,” kata Bambang.

Dari Juli hingga Oktober, BPBD Wonogiri dikirim 3.628 tangki air bersih untuk delapan kabupaten. Setiap tangki yang terkandung dalam antara 6.000 dan 8.000 liter air bersih, yang diberikan oleh berbagai lembaga dan individu.

“Untuk pasokan air bersih untuk 67.320 orang, kita perlu 538 tank senilai Rp 94.100.000 [US $ 6,838.55]. Semakin lama kekeringan tetap bersama kami, semakin besar anggaran air bersih akan, “kata Bambang.

Secara terpisah, Pracimantoro bupati Warsito mengatakan warga Pracimantoro telah mengalami dampak dari musim kering sejak April.

Dia mengatakan sebanyak 24.364 orang atau 6.250 kepala keluarga di Pracimantoro telah mengalami krisis air bersih.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,