LBH Jakarta Sesalkan Pemukulan Aktivis-Buruh Oleh Polisi

OkeJoss.co – Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) telah mengkritik polisi karena diduga memukuli dua aktivis selama demo tenaga kerja di Istana Negara, Jumat.

Baik Tigor Gempita Hutapea dan Obed Sakti Luitnan, keduanya dilaporkan menyertai para demonstran ketika polisi mulai secara keras membubarkan massa setelah waktu yang dialokasikan untuk melakukan demo telah habis.

Penyelenggara telah diberi izin untuk melakukan demonstrasi di Istana Negara di Jakarta Pusat hingga pukul 6 sore, namun rupanya para buruh masih ada yang berada hingga pukul 8 malam, mendorong tindakan pembubaran oleh polisi.

Menurut LBH Jakarta, Tigor dan Obed kemudian meraih ponsel mereka untuk mengambil gambar dan ketika beberapa petugas polisi melihat bahwa, mereka langsung memukul kedua aktivis dan menyeret mereka tanah dan masuk ke sebuah kendaraan polisi, di mana tersangka penyerangan terus.

Dua aktivis mengalami luka pada kepala, wajah dan perut.

Polisi juga menangkap 23 buruh, menurut LBH Jakarta, yang dilaporkan dipukuli juga.

“Polisi [petugas] harus menghormati hak asasi manusia dan tidak diperbolehkan untuk menggunakan kekerasan [dalam keadaan seperti reli Jumat],” Alghiffari Aqsa, Direktur LBH Jakarta, Jumat. “Apa yang mereka [polisi] dilakukan adalah benar-benar terhadap hukum dan hukum harus mengikuti langkah-langkah, “tambahnya.

Tigor dan Obed pada hari Sabtu yang masih ditahan oleh Polda Metro Jaya untuk dimintai, bersama dengan 23 pengunjuk rasa lainnya.

LBH Jakarta mendesak Kapolda Jakarta, Inspektur. Jenderal Tito Karnavian, untuk melepaskan semua 25 dan menyelidiki petugas yang terlibat dalam pembubaran demonstran di Istana Negara.

Namun kepala polisi mengatakan para pekerja yang harus disalahkan atas kekerasan.

“Ini adalah rasa malu bahwa protes harus berakhir seperti itu,” kata Tito. “Pengunjuk rasa harus menghormati hukum, ini tidak akan terjadi. Mereka harus mematuhi [hukum]. ”

Hampir 1.500 polisi dikerahkan untuk reli hari Jumat, yang menarik sekitar 10.000 pengunjuk rasa menyerukan upah minimum yang lebih tinggi.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,