Lahan Pertanian Desa Mardingding Rusak akibat Lahar Dingin Sinabung

OkeJoss.co – Gunung Sinabung di Sumatera Utara hingga beberapa waktu yang lalu masih saja menunjukkan aktivitasnya, dan tidak hanya awan panas dan muntahan materialnya yang mengancam di sekitar lereng gunung, namun juga lahar dingin menjadi ancaman bagi warga sekitar gunung.

Seperti yang menimpa lahan pertanian milik warga di Desa Mardingding, Kabupaten Karo, Sumatera Utara rusak. Lahan pertanian denganluas sekitar ro hektare tersebut rusak akibat lahar dingin erupsi Gunung Sinabung yang berkepanjangan.

Menurut Pelaksana Kepala Desa Mardingding, Minarti Boru Sembiring, Hujan deras di daerah itu membuat banjir lahar dingin Sinabung kerap terjadi dan begitu cepat turun ke bawah dari lereng.

“Karena sering terjadi banjir lahar, material yang terbawa air dari Sinabung mengakibatkan tanaman pertanian warga terendam air serta lumpur cukup tebal. Perladangan warga yang berbentuk lembah seperti kuali, menjadi tempat bermuaranya air serta lumpur yang hanyut dari Sinabung,” jelasnya, Minggu (03/05/2015).

Minarti menambahkan, ladang pertanian juga bagaikan danau kecil akibat besarnya arus air serta tumpukan debu vulkanik yang turun dari Gunung Sinabung. Areal pertanian warga juga menjadi terlantar tidak dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Menurutnya, ada sekira 50 hektare areal pertanian maupun tanaman warga yang mengalami gagal panen atau gagal tanam. Kondisi itu, membuat warga Desa Mardingding kehilangan mata pencaharian dan mengalami kerugian cukup besar. Penghasilan tani warga tidak ada lagi, bahkan beberapa di antaranya telah pindah untuk sementara dari Desa Mardingding dan bertani di desa lain untuk menguji nasib mereka.

“Ada 50 hektare lahan pertanian yang rusak. Pemerintah agar dapat membantu warga Desa Mardingding yang ladang maupun tanamannya meng­alami kerusakan dan gagal panen. Warga sedang dalam kesulitan membiayai kebutuhan hidup dan biaya sekolah anaknya, sedang hasil pertanian sudah tidak bisa diharapkan,” pungkasnya.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,