Kunjungi Jogja, Menlu Retno Marsudi mampir SGPC

OkeJoss.co – Retno Lestari Priansari Marsudi yang kini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, atau yang juga sering dipanggil Retno Marsudi lebih senang makan di warung-warung kecil daripada di restoran mewah. Seperti yang terjadi ketika beberapa waktu yang lalu ketika Retno Marsudi mengunjungi Jogja, ia sempatkan mampir ke SGPC (Sego Pecel).

Kunjungan ke Jogja-nya tersebut dalam rangka menghadiri ujian doktor Wamenlu AM Fachir di KTT PPs-UGM, Selasa (05/05/2015) pagi.

“Tadi saya ke SGPC dulu untuk sarapan. Sambil nostalgia. Saya lebih senang ke warung-warung kecil daripada di restoran,” kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi saat ngobrol dengan Rektor UGM Prof Dwikorita dan para pengelola KTT PPs-UGM di ruang transit sebelum pelaksanaan ujian.

Saat menjadi mahasiswa UGM, Retno memang sering ke SGPC, namun tidak sering sekali. Sebab, waktu itu tarif di SGPC relatif mahal dibanding yang lain. “Saya makan di SGPC paling kalau pas dapat rezeki, atau ditraktir dosen,” aku Menlu yang menjadi mahasiswa UGM angkatan 1981.

Yang menggembirakan, pelayan SGPC tidak pernah lupa dengan dirinya. Bahkan tetap memanggilnya mbak. “Bapak yang menjadi pelayan itu sampai sekarang masih ada. Dan begitu datang langsung disambut ramah. Siapapun yang datang dipanggil mbak. Termasuk saya tadi, mau pesen apa mbak? Mbak sudah jadi menteri ya?,” kata Retno Marsudi sambil tertawa.

Lantas bu Menlu makan apa di SGPC. “Saya tetap makan dengan sop. Cuma kalau dulu pesan dengan kuah banyak, kalau sekarang kuahnya sedikit saja, karena ada kolesterol,” terangnya.

Selain menghadiri ujian terbuka doktor Wamenlu AM Fachir di KTT PPs-UGM dan mamir ke warung SGPC, Menlu Retno Marsudi juga menyempatkan bersilaturahmi kesalah satu media cetak lokal di Jogja, Kedaulatan Rakyat.

“Sebenarnya saya sudah lama ingin ke sini. Tetapi nggak sempat-sempat. Nah, sekarang pas ke Yogya dan acaranya cuma satu, saya menyempatkan diri ke KR untuk bertukar informasi dan mencari masukan,” kata Retno LP Marsudi saat diterima Dirut KR dr Gun Nugroho Samawi didampingi Komisaris Utama Drs HM Romli, Direktur Keuangan Imam Satriadi, Direktur Umum Wirmon Samawi SE MIB dan Direktur Produksi Baskoro Jati Prabowo.

“Bu Menlu ini termasuk pemberani. Biasanya kalau menteri ke KR itu yang mendampingi banyak, para dirjen ikut. Tapi kalau bu Menlu hanya sendiri. Jadi pemberani,” ujar Dirut KR dr Gun Nugroho Samawi.

Dalam kesempatan ini Menlu banyak menceritakan suka dukanya menjadi diplomati. Menurutnya, selama ini para diplomat Indonesia sudah bekerja keras melakukan tugasnya dengan sekuat tenaga. Hanya saja kadang kurang mendapat penghargaan. “Biasanya kalau suatu tugas tidak berhasil, di media ditulis Diplomasi Indonesia gagal. Wah… sungguh menyakitkan… Sebab kami sudah bekerja sekuat tenaga,” kata alumni Fakultas Isipol UGM angkatan 1981 ini.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,