Krisis Kabut Asap Bisa Sampai Awal Tahun Depan, Para Ahli Mengatakan

OkeJoss.co – Kebakaran hutan dan lahan gambut di wilayah Indonesia, yang menghasilkan kabut asap tebal telah menyebar di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir, tidak mungkin dapat diselesaikan dalam satu-dua bulan kedepan.

Ini berarti krisis bisa bertahan hingga awal tahun baru, para ahli mengatakan, sebagai laporan terbaru menunjukkan titil api muncul di 18 provinsi dalam beberapa hari terakhir.

“Mungkin itu akan berlangsung sampai Desember dan Januari,” Dr Herry Purnomo dari Pusat Penelitian Kehutanan Internasional mengatakan dalam sebuah laporan Reuters kemarin. Dia menambahkan bahwa ada juga titik api di Papua, wilayah biasanya terhindar kebakaran tersebut, karena “orang yang membuka lahan pertanian baru, seperti minyak sawit”.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kemarin mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran di Papua. Namun direktur jenderal penegakan hukum, Mr Rasio Ridho Sani, mengatakan kebakaran tahun ini telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kami tidak pernah membayangkan kita akan pernah melihat garis-garis dari titik panas di Sulawesi dan Papua,” katanya kepada wartawan, menunjuk ke peta panas-tempat selama briefing.

The membara kabut dari kebakaran telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Sumber Daya Alam Malaysia dan Menteri Lingkungan Wan Junaidi Tuanku Jaafar dikutip dalam laporan Agence France-Presse mengatakan bahwa ia mengharapkan krisis terus sebulan lagi. “Kecuali ada hujan, tidak ada cara intervensi manusia dapat memadamkan api.”

Lembaga manajemen bencana nasional indonesia (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho juru bicara mengatakan kepada The Straits Times: “Rain akan mulai pada bulan Desember Tidak mungkin bahwa kita masih akan memiliki masalah kabut pada bulan Januari..”

Sementara itu, tiga kota di pulau Mindanao, Filipina selatan juga tertutup oleh asap tebal. Peramal cuaca Gerry Pedrico kepada Philippine Daily Inquirer bahwa kabut telah menutupi kota-kota Davao, Cagayan de Oro dan General Santos sejak Sabtu lalu.

Akhir musim kering tahunan Indonesia pada bulan Oktober biasanya ditandai dengan awal musim hujan.

Tapi cuaca kering di Indonesia tahun ini telah diperburuk oleh diperpanjang El Nino musim. Hal ini telah membuat lebih sulit untuk memadamkan api, meskipun operasi pemadam kebakaran multinasional di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah – dua dari provinsi paling parah di Indonesia.

Kemarin, keadaan darurat diumumkan di Sulawesi Utara, yang membuka pintu bagi Jakarta untuk membantu mengandung kebakaran di sana.

Seorang pembom air yang dapat membawa 4.300 liter air sedang dipersiapkan untuk ditempatkan di provinsi ini, salah satu yang terbaru untuk terkena kebakaran, kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Pelayanannya kemarin juga mencabut izin dua perusahaan perkebunan dan ditangguhkan empat perusahaan karena diduga menggunakan api untuk membersihkan lahan. Hal ini juga memerintahkan empat perusahaan untuk pengadaan peralatan yang memadai untuk mencegah dan memadamkan kebakaran di konsesi mereka.

Mr Tri Budiarto, yang bertanggung jawab tanggap darurat di BNPB, mengatakan perkiraan dari meteorologi, klimatologi dan geofisika Indonesia menunjukkan bahwa dalam waktu sekitar seminggu, daerah selatan Khatulistiwa, yang meliputi Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, harus melihat curah hujan.

“Jika ini terbukti benar kemudian, insya Allah, operasi pemadam kebakaran kami akan mendapatkan tumpangan,” katanya.

Krisis kabut tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, namun pemerintah Joko Widodo melakukan semua yang bisa untuk mengatasi kebakaran, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan mengatakan di Singapura kemarin.

Mr Luhut, yang berbicara di RSIS-Brookings-KADIN Distinguished Kuliah Umum, mengatakan di sela-sela acara yang dua buatan Rusia Beriev Be-200 pembom air akan dikerahkan hari ini di Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan.

Dia juga akan menuju ke daerah parah terkena kebakaran hutan di Sumatera Selatan hari ini. “Saya akan berada di sana untuk melihat kemajuan operasi pemadam kebakaran dan juga mendapatkan pengarahan pada efektivitas bom air,” katanya.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,