Korupsi proyek DED PLTA, KPK tetapkan anggota DPR partai Nasdem sebagai tersangka

OkeJoss.co – Proyek Detail Engineering Design Pembangkit Listrik Tenaga Air (DED PLTA) Danau Sentani dan Danau Paniai di Provinsi Papua tahun 2008 lalu akhirnya membawa KPK untuk menjerat anggota DPR RI dari partai Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai tersangka.

Anggota DPR partai Nasdem tersebut rupanya merupakan mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka korupsi DED PLTA, Barnabas sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi pada kasus penggelembungan harga proyek pembangunan PLTA sungai Memberamo dan Urumuka pada tahun 2009-2010.

Penetapan tersangka kepada Barnabas kali ini diungkapkan langsung oleh Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha. Priharsa mengatakan jika KPK sudah memiliki bukti-bukti yang cukup kuat untuk menjadikan Barnabas sebagai tersangka.

“Iya (menetapkan Barnabas Suebu sebagai tersangka) dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan DED PLTA Danau Sentani dan Danau Paniai tahun anggaran 2008 di Provinsi Papua,” ujar Priharsa.

Selain menetapkan Barnabas sebagai tersangka, KPK juga menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya (KPIJ), Lamusi Didi (LD) juga ditetapkan sebagai tersangka pada kasus yang sama.

Menurut Priharsa, kedua orang tersebut sudah merugikan negara sebedar Rp 9 miliar.

“Mereka berdua telah merugikan negara sebesar Rp9 miliar,” jelasnya.

Priharsa menambahkan, Barnabas dan Lamusi Didi telah disangkakan melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001 tentang Perubahan atas UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Barnabas Suebu merupakan salah satu anggota DPR RI periode 2014-2019 dari partai Nasional Demokrat. Sebelum kasus korupsi DED PLTA Danau Sentani dan Danau Paniai sebesar Rp 9 Miliar, Barnabas diduga telah melakukan korupsi sebesar Rp 56 miliar dari proyek DED PLTA yang tercatat sebagai anggota DPR terpilih periode 2014-2019 dari Partai Nasdem diduga melakukan korupsi dari nilai proyek dari pengadaan tersebut sekitar Rp56 miliar.

Comments are closed.

Kata kunci : , , , ,