KONI dan KOI Minta PSSI dan Kemenpora Berkomunikasi

OkeJoss.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk mensupervisi Liga Indonesia dan persiapan timnas untuk SEA Games 2015 sesuai perintah dari Menteri Olahraga dan Pemuda Indonesia, Imam Nahrawi.

Berdasarkan surat keputusan Menpora yang membekukan PSSI, Menpora meminta KONI dan KOI untuk menjalankan kompetisi liga Indonesia sekaligus membantu persiapan timnas Indonesia menjelang turnamen SEA Games. Namun kedua Komite tersebut mengaku tidak mampu karena apa yang telah dipersiapkan PSSI telah matang dan telah berjalan.

Ketua Umum KONI, Tono Suratman, mengaku pihaknya tidak mampu melakukan supervisi kompetisi sepak bola di Indonesia menyusul pembekuan yang dilakukan Kemenpora terhadap PSSI. “Soal kompetisi kami siap memfasilitasi saja, karena kompetisi ini sudah direncanakan matang. Misalnya kalau kami harus mempersiapkan wasit atau perangkat pertandingan jelas tidak mampu. Itu bidangnya PSSI. Kami terbatas dan fungsi saya bukan teknis. Kami hanya mampu mengkordinasikan,” ungkap Tono.

KONI rencananya akan melakukan pertemuan dengan pihak Kemenpora dalam satu-dua hari ke depan. Untuk saat ini, KONI diakui Tono mengakui hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung akhir pekan lalu.

Hampir senada dengan KONI, Ketua Umum KOI Rita Subowo menegaskan bahwa pihaknya akan meminta Menteri Pemuda dan Olahraga untuk berdialog dengan PSSI dan menyelamatkan sepak bola dari situasi genting.

“Kami menekankan, apapun yang terjadi, sepak bola Indonesia harus diselamatkan. PSSI dan Kemenpora harus berdialog soal masalah yang ada, terlebih masalah ini hanya pada pelaksanaan liga,” kata Rita kepada media kemarin Senin, 20 April 2015.

Rita sendiri menegaskan bahwa konflik ini tidak boleh dibiarkan semakin besar. Tidak hanya itu, Rita juga menekankan bahwa kedua belah pihak sama-sama harus mengoreksi diri sendiri dalam memandang kasus pembekuan PSSI.

“Saya pernah merasakan betapa sulitnya menyatukan dua liga dan dua pihak yang berseteru. Apa yang terjadi saat ini bisa berdampak pada keikutsertaan Indonesia di ajang SEA Games dan Asian Games nantinya.” tutup Rita.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,