Kejagung pastikan Eksekusi mati tahap 3 tergantung hasil evaluasi pelaksanaan eksekusi tahap 2

OkeJoss.co – Eksekusi mati tahap tiga kepada para terpidana mati yang saat ini telah ada di Nusakambangan sepertinya tidak akan sesuai dengan jadwal.

Hal tersebut dipastikan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) yang masih menunggu hasil evaluasi pelaksanaan eksekusi mati tahap dua dari jaksa eksekutor.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan jika saat ini Kejagung masih menunggu proses hukum dari para terpidana mati yang bakal dieksekusi pada tahap tiga ini. Menurutnya, proses hukum harus dituntaskan terlebih dahulu sebelum akhornya melakulan eksekusi.

“Pelaksanaan hukuman mati berikutnya masih tergantung proses hukum. Seperti yang lalu-lalu proses hukum harus dituntaskan dulu baru nanti kita berpikir untuk menyelenggarakan eksekusi lagi,” ujar Prasetyo.

Guna mempercepat proses eksekusi mati tahap tiga, Prasetyo mengatakan jika pihaknya selalu berkomunikasi dengan para jaksa eksekutor untuk segera menyelesaikan evaluasi pelaksanaan eksekusi hukuman mati.

“Karena selama ini semua sudah bergerak dengan tupoksi masing-masing. Jadi menghargai juga mereka sudah bekerja dengan baik tentu kita berharap ke depan lebih baik lagi,” pungkas Prasetyo.

Sebelumnya, eksekusi mati tahap tiga rencananya akan dilakukan oleh Kejaksaan Agung dan jaksa eksekutor pada akhir bulan mei ini. Namun dengan belum didapatkannya hasil evalusi dari pelaksanaan eksekusi mati tahap dua, maka kemungkinan besar eksekusi mati tahap tiga akan diundur waktu pelaksanaannya.

Pada eksekusi mati tahap dua, Kejaksaan Agung sejatinya akan mengeksekusi 10 orang terpidana mati kasus Narkoba. Namun jelang eksekusi mati dilakukan, Kejagung menunda eksekusi mati terhadap terpidana asal Prancis dan WNA asal Filipina Mary Jane.

Dalam kasus Mary Jane, penundaan dilakukan karena Pemerintah Filipina membutuhkan kesaksian Mary Jane setelah tersangka perekrut Mary Jane, Maria Kristina Sergio, menyerahkan diri kepada kepolisian Filipina sehari sebelum eksekusi dilakukan.

Sementara itu, delapan terpidana mati lain telah dieksekusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dini hari tadi. Mereka yang dieksekusi itu adalah Myuran Sukumaran dan Andrew Chan (Australia), Martin Anderson, Raheem A Salami, Sylvester Obiekwe, Okwudili Oyatanze (Nigeria), Rodrigo Gularte (Brasil), serta Zainal Abidin (Indonesia).

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,