Kawasan Kumuh Menjadi Prioritas Pemerintah Jawa Timur

OkeJoss.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) dikabarkan sedang melakukan percepatan guna menangani wilayah-wilayah yang masuk ketegori kawasan kumuh di lingkup terirotialnya, sebagai contoh dan dijadikan sebagai pilot project serta menjadi prioritas program di tahun ini adalah Kota Malang.

Kota Malang dilipih karena pada tahun 2014 yang lalu mendapat penghargaan oleh PKPD PU serta juga bahwa Malang dirasa telah siap untuk melaksanakan program penanganan kawasan wilayah kumuh itu.

Dari penghargaan tersebut, Kota Malang mendapatkan insentif dana sebesar Rp. 3o miliar yang ditujukan untuk penanganan wilayah kawasan kumuh dari dana APBN. Dengan hal tersebut maka menamah kesiapan Kota Malang dalam proyek penanganan wilayah kawasan kumuh.

Penuntasan kawasan kumuh di daerah ini memang sangat perlu perhatian yang serius oleh semua pihak, dengan perkembangan yang cepat dan aglomerasi perkotaan di kawasan ini semakin tinggi tentu menjadikan kebutuhan akan pemukiman dan tempat tinggal semakin tinggi juga. Dari hasil indentifikasi Kota Malang kawasan kumuh tahun 2014 sekitar 608,60 ha luas kawasan kumuh di Kota Malang yang tersebar di 29 kelurahan.

Pada tahun 2015 ini Pemkot Malang akan fokus menangani kawasan kumuh di daerah Tulusrejo dan Sukun. Selain kota Malang juga akan dilakukan penanganan kawasan kumuh di Jawa Timur seperti Surabaya, Kab. Sidoarjo, Kab. Gresik, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kab Lumajang, Kab. Tulungagung, dan Kab. Jombang dengan anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan dukungan pemerintah provinsi diharapkan tahun 2019 kawasan kumuh dapat diselesaikan di Provinsi Jawa Timur.

Sebelumnya, Kota Surabaya dinilai sebagai salah satu kota di dunia yang berhasil melakukan penataan permukiman kumuh. Ada tiga faktor yang menunjang keberhasilan Surabaya, yaitu fisik bangunan, seperti perawatan dan pemeliharaan bangunan rumah susun yang baik. Lalu, faktor sosial, seperti adanya lapangan futsal dan tempat bermain yang disediakan Pemerintah Kota Surabaya di beberapa kawasan kumuh.

Selain faktor tersebut diatas adalah faktor ekonomi yang hidup, dimana terdapat kampung-kampung khusus yang bertujuan menghidupkan ekonomi warga sekitar. Melalui faktor tersebut membuat Surabaya dapat mencapai pembangunan yang terus berkelanjutan. Hal ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk dapat mewujudkan 100 persen air minum, 0 persen pemukiman kumuh, dan 100 persen sanitasi pada tahun 2019. Dan sejumlah program Surabaya yang sudah disiapkan untuk dapat menata pemukiman kumuh menjadi rumah susun sederhana dan program nasional pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah provinsi Jawa Timur berharap Surabaya dan Malang menjadi kota percontohan bagi daerah-daerah lain di Jawa Timur untuk ikut menata kawasan kumuh di setiap daerah menjadi kawasan yang bersih, sehingga membuat daerah-daerah di Jatim perekonomiannya ikut hidup, dengan demikian masyarakat setempat juga dapat merasakan perubahan tersebut.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,