Kalah di Final New Zealand Open 2015, Pasangan ganda putra Rian/Fajar tetap bangga

OkeJoss.co – Pasangan pebulutangkis muda dari sektor Ganda Putra tim Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian berhasil memenuhi target dari PBSI dengan menembus partai final Skycity New Zealand Open 2015.

Namun sayang, langkah pasangan muda Indonesia untuk dapat merebut gelar juara digagalkan oleh pasangan asal China, Huang Kaixiang/Zheng Si Wei lewat rubber set 21-16, 17-21, dan 9-21. Terlepas dari hasil akhir, keduanya cukup puas lantaran berhasil maju ke babak pamungkas.

Puas dengan penampilannya dalam ajang New Zealand Open 2015, seperti diberitakan oleh badmintonindonesia.org, Fajar mengatakan jika di partai puncak mereka kurang maksimal.

“Sejauh ini kami dapat mencapai target lolos ke babak final, meski belum dapat menang. Secara keseluruhan di turnamen ini, kami sudah berusaha tampil maksimal. Hanya di partai final, kami merasa kurang maksimal. Mungkin belum rezeki,” kata Fajar

Senada dengan yang dikatakan rekannya, Rian juga mengatakan jika sebenarnya mereka dapat meraih kemenangan pada partai puncak, namun ternyata malah kecolongan di set kedua dan akhirnya kalah di set ketiga.

“Kami sebenarnya kurang puas dengan permainan hari ini. Seharusnya kami dapat meraih kemenangan, tetapi malah kecolongan. Namun, kami tetap bersyukur, mungkin memang baru segini dulu rezekinya,” sambung Rian.

Penampilan Rian/Fajar di partai final sendiri dapat dikatakan cukup baik. Terbukti, pasangan muda tersebut mampu meraih set pertama. Bahkan Fajar juga mengatakan jika mereka merasa nyaman dengan permainannya di set pertama. Tapi memasuki set kedua, pertahanan dan kerjasama keduanya terasa semakin kendor, dan hilang fokus. Kendornya kerjasama keduanya akhirnya dimanfaatkan oleh lawan untuk dapat memenangkan set kedua dan memaksakan pada rubber-set.

“Di game pertama, kami merasa enjoy. Lawan terlihat bingung mau main seperti apa. Tetapi di game kedua, kami merasa kendor, fokus hilang, dan lawan memanfaatkan itu. Sedangkan di game ketiga, mereka kian percaya diri dan kami terbawa pola permainan lawan. Mereka bagus, bisa setiap saat mengubah pola permainan,” sahut Fajar.

“Di game kedua kami agak lengah, padahal sudah unggul juga. Kami mulai kendor dan hilang konsentrasi, sementara lawan mainnya bisa berkembang. Mereka makin percaya diri dan kami malah jadi bingung di lapangan,” kata Rian.

Walaupun kalah di partai puncak, Indonesia tampaknya perlu berbangga karena mereka telah mampu mencetak bibit muda yang kemungkinan akan menjadi tulang punggung PBSI dan tim Indonesia di turnamen-turnamen besar di tahun-tahun mendatang.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,