Jessica Kumala Wongso Didakwa Dengan Pasal Pembunuhan Berencana

OkeJoss.co – Kepolisian Jakarta telah membebankan Jessica Kumala Wongso, tersangka dalam pembunuhan temannya, Wayan Mirna Salihin, dengan pasal pembunuhan berencana, yang berarti dia bisa menghadapi hukuman mati, kata seorang pejabat, Sabtu.

Wanita 27 tujuh tahun ditetapkan sebagai tersangka pada hari Jumat, dan penyidik selanjutnya menangkap dia pada pukul 07:30 hari berikutnya di Hotel Neo, Mangga Dua Square, Jakarta Pusat.

“Dia telah didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” kata Kombes. Krishna Murti, kejahatan direktur jenderal Kepolisian Jakarta.

Artikel ini membawa hukuman penjara minimal 20 tahun dan hukuman maksimal penjara seumur hidup atau kematian.

“[Karena ini adalah kasus] dengan kalimat [prospek] lebih dari lima tahun, kita bisa menahannya,” kata Krishna. “Kami memiliki 24 jam untuk menanyainya sebelum memutuskan [apakah akan memperpanjang] penahanan.”

Jessica dibawa ke markas Polda Metro Jaya pada 10 sore untuk ditanyai, tetapi sebagai dari 04:00, peneliti masih menunggu kedatangan tim pembela hukumnya.

“Jika pengacaranya tidak muncul, negara akan memberikan dia dengan bantuan hukum,” kata Krishna.

Dihubungi terpisah, salah satu pengacara Jessica, Andi Yoesoef, mengatakan bahwa timnya akan menemaninya, tapi ia juga disebut penangkapan Sabtu menyedihkan, mengklaim timnya tidak diberitahu hal itu terlebih dahulu.

“Ini adalah hak polisi, tapi setidaknya, mereka harus menyediakan pemberitahuan sebelumnya,” katanya.

“Yudi akan menghadiri pertanyaan hari ini,” kata Andi, mengacu pada pengacara lain untuk Jessica, Yudi Wibowo Sukinto.

Jessica telah berada di pusat penyelidikan polisi dalam kasus Mirna dalam beberapa pekan terakhir.

Mirna, juga 27, menderita kejang pada 6 Januari di Olivier cafe di pusat perbelanjaan Grand Indonesia tak lama setelah meneguk Kopi Vietnam nya. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat, di mana dia meninggal.

Tes laboratorium mengkonfirmasi ada jejak sianida yang sangat beracun di dalam perutnya, serta dalam minuman dia dikonsumsi.

Polisi mengatakan minuman itu diperintahkan oleh Jessica, yang tiba di cafe hampir satu jam sebelumnya.

Peneliti telah mempertanyakan Jessica sebagai saksi setidaknya lima kali dan mencari rumahnya, sementara pada permintaan polisi, kantor imigrasi juga telah memberlakukan larangan perjalanan.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,