Jaksa Agung : Eksekusi Duo Bali Nine pasti dilaksanakan usai KAA

OkeJoss.co – Tarik ulur dan belum dilakukannya eksekusi mati kepada Duo Bali Nine Myuran Sukumaran dan Andrew Chan usai keduanya dipindahkan ke Nusakambangan semakin menimbulkan pertanyaan besar terkait ketegasan dan keberanian dari pemerintah.

Menanggapi pertanyaan dari publik terkait nasib dari Duo Bali Nine, Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan eksekusi mati terhadap dua tersangka kasus narkoba tersebut pasti akan dilaksanakan.

Menurut Prasetyo, eksekusi mati kepada duo bali nine tidak baik dilakukan pada bulan April ini karena Indonesia akan menjadi tuan rumah peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika pada tanggal 19-25 April 2015 mendatang.

Selain memastikan jika pemerintah akan tetap melakukan eksekusi mati terhadap keduanya, Prasetyo juga mengatakan jika untuk melakukan eksekusi mati tersebut hak hukum terpidana harus terlebih dahulu terpenuhi. Jika hak hukum terpidana sudah terpenuhi, dan tidak ada aturan untuk melarang, maka eksekusi mati akan segera dilakukan.

“Eksekusi adalah putusan perkara yang sudah selesai. Saya sering katakan untuk eksekusi mati itu ada aspek yuridis dan teknis. Yuridis berkaitan dengan hak hukum terpidana, ketika divonis mati terpidana bisa lakukan upaya hukum biasa dan luar biara, termasuk yang istimewa, yaitu grasi. Kalau hak hukumnya telah diberikan, barulah bicara persiapan dan pelaksanaan,” ujar Prasetyo.

Prasetyo juga menjelaskan jika untuk eksekusi mati tahap II, termasuk di dalamnya ada Duo Bali Nine, hingga kini belum ada penetapan waktu. Bahkan hingga kini ia pun belum pernah sekalipun menetapkan hari h eksekusi mati tahap II.

“Saya sendiri belum pernah sekalipun menetapkan hari H eksekusi terpidana mati tahap II. Kan melihat berbagai aspek, saya rasa itu bisa dimaklumi, seperti dikaitkan KAA. Ketika itu tentu mengundang banyak tamu kepala negara. Jadi tidak elok pada saat itu kita laksanakan eksekusi pidana mati. Tapi eksekusi pasti kita laksanakan,” kata Prasetyo.

Dengan pernyataannya tersebut, Prasetyo sepertinya ingin menjawab keraguan banyak pihak yang mengatakan jika ada ketakutan dari jaksa eksekutor dalam menangani kasus yang menjadi sorotan banyak negara di dunia ini.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,