Permukiman Eks Gafatar Dibakar
Permukiman Eks Gafatar Dibakar

Jakarta Sediakan Penampungan Sementara Mantan Anggota Gafatar

OkeJoss.co – Pemerintah Jakarta, Selasa (26/01) menyambut ratusan mantan anggota kelompok Gafatar di tempat penampungan sementara di kota tersebut, namun para pejabat menekankan mereka harus kembali ke keluarga mereka masing-masing.

Sekitar 400 pengungsi – sebagian besar dari Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa-Tengah kini terlindung di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) di Cipayung dan Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) di Bambu Apus, baik di Jakarta Timur.

Kepala Dinas Sosial Jakarta M. Ridwan mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintah Jakarta disediakan pemeriksaan kesehatan dan konseling trauma untuk “mengembalikan [pengungsi ‘] fungsi psiko-sosial.”

Ada tiga psikolog dan 26 pekerja sosial membantu dalam kegiatan trauma healing.

Namun mereka melarang wartawan untuk mewawancarai para pengungsi mengingat kondisi fisik dan mental tidak stabil mereka.

“Kami merawat mereka [di penampungan], tetapi mereka masih harus kembali [ke keluarga mereka]. Masalahnya, beberapa dari mereka telah menjual rumah mereka [untuk bergabung Gafatar], “kata Gubernur Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota.

Ibukota berjanji untuk menyediakan apartemen murah (rusun) untuk mantan anggota yang berasal dari Jakarta “jika mereka tidak lagi memiliki rumah.”

“Tapi tidak mungkin ada banyak dari mereka yang tinggal di rusun yang sama untuk mencegah mereka dari membentuk [Gafatar terkait] kelompok baru di sana.”

Namun, Basuki mengatakan akan lebih baik bagi mereka untuk kembali ke keluarga mereka sebagai gantinya.

Gafatar diyakini merupakan cabang dari kelompok lain yang bernama Al-Qiyadah al-Islamiyah.

Pemimpinnya, nabi memproklamirkan diri Ahmad Moshaddeq, dijatuhi hukuman pada tahun 2008 untuk empat tahun penjara untuk penghujatan.

Kecurigaan bahwa Moshaddeq mungkin telah membentuk sebuah kelompok baru muncul setelah dokter wanita dan bayinya 6-bulan-tua hilang dari Yogyakarta pada 30 Desember, hanya untuk menemukan hampir dua minggu kemudian di Kalimantan Barat. Sejak penemuan itu, laporan orang hilang lainnya telah dikaitkan dengan kelompok.

Awal pekan ini, massa menggeledah dan diratakan sebuah desa di kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, di mana lebih dari 700 tersangka anggota Gafatar hidup. Tidak ada korban yang dilaporkan sebagai otoritas mampu mengevakuasi penduduk desa.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : ,