Hingga senin, 17 orang telah mengajukan diri ikut seleksi calon pimpinan KPK

OkeJoss.co – Pendaftaran calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi dibuka oleh panitia Seleksi (Pansel) sejak hari Jumat, 5 Juni 2015 lalu. Pada hari pertamanya, Pansel telah menerima sebanyak 11 orang pendaftar. Hingga hari ini (8/6/2015), Pansel Pimpinan KPK mengatakan telah menerima enam pendaftar tambahan, sehingga total pendaftar menjadi 17 orang.

Informasi terkait penambahan jumlah pendaftar calon pimpinan KPK tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Pansel Pimpinan KPK, Betti Alisjahbana. Betti mengatakan jika sudah 17 orang telah melakukan pendaftaran melalui email dan langsung datang ke Setneg.

“Sudah 17 orang, administrasi sudah lengkap semua. Pendaftaran dilakukan melalui email dan langsung ke Setneg,” tutur Betti.

Walaupun telah mengkonfirmasi jumlah pendaftar calon pimpinan KPK terkini, namun Betti enggan membeberkan nama-nama calon yang telah menyerahkan persyaratan pendaftaran kepada Pansel. Menurut dia, pihaknya masih harus memeriksa berkas-berkas pendaftaran tersebut.

“Nanti setelah diperiksa keseluruhan baru kita umumkan,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Pansel Pimpinan KPK telah menetapkan tanggal pendaftaran bagi pihak yang berminat menjadi calon pimpinan KPK. Pendaftaran tersebut dibuka mulai tanggal 5 Juni 2015 hingga tanggal 24 Juni 2015.

Setelah pendaftaran ditutup, Pansel akan memberikan kesempatan masyarakat untuk menyampaikan masukan atas nama-nama pendaftar pada 27 Juni-26 Juli 2015, kemudian Pansel akan menyeleksi dengan tes pembuatan makalah hingga tes wawancara. Usai proses tersebut selesai,Pansel Pimpinan KPK berencana akan memproses para calon dan kemudian melaporkan hasil kerjanya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 31 Agustus 2015 mendatang.

Pansel Pimpinan KPK sendiri diisi oleh sembilan Srikandi dan diketuai oleh Destry Damayanti. Selain itu, anggota Pansel Pimpinan KPK tersebut juga diisi oleh ahli keuangan dan moneter, Enny Nurbaningsih (pakar hukum tata negara), Harkristuti Haskrisnowo (pakar hukum pidana dan HAM, Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkumham), Yenti Garnasih (pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang), serta Betti S Alisjahbana (ahli IT dan manajemen).

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,