Hentikan kompetisi, Kemenpora anggap PSSI salah tafsir kondisi Force Majeure

OkeJoss.co – Kasus penghentian semua kompetisi yang berada di bawah pengawasan PSSI kembali mendapatkan tanggapan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kementerian di bawah pimpinan Menteri Imam Nahrawi tersebut menganggap jika PSSI telah salah tafsir dan membuat terminologi sendiri terkait kondisi force majeure.

Menurut Deputi V Kemenpora Gatot S Dewobroto, force majeure telah ditulis jelas di statuta PSSI dan kondisi tersebut baru dapat dilakukan jika kondisi sepakbola Indonesia benar-benar mengalami kondisi yang luar biasa. Kondisi luar biasa yang dimaksudkan sendiri adalah bukan pembekuan dari Kemenpora, melainkan dalam kondisi kahar seperti perang, bencana alam dan sejenisnya.

Berdasarkan pada statuta terkait force majeure tersebut Gatot mengatakan jika pada kasus PSSI, kondisi kahar atau force majeure yang mereka nyatakan seharusnya masih dapat dihindari.

“Kondisi kahar itu ya jelas disebut perang, bencana alam, dan sejenisnya. Jangan di balik, kondisi kahar itu sebenarnya karena PSSI sendiri. Itu bisa dihindari, tapi PSSI memilih mengkondisikan dirinya seperti itu. Logikanya jangan di balik,” kata Gatot.

Lebih lanjut, Gatot juga mengatakan jika Kemenpora paham betul mengenai kondisi force majeure pada statuta PSSI tersebut. Namun kemenpora menganggap jika saat ini, PSSI membuat kondisi seolah-olah terjadi force majeure agar pemerintah dianggap salah dan menjadi pemicu dari dihentikannya kompetisi sepakbola di Indonesia.

Strategi yang telah dilakukan oleh PSSI sendiri dianggap Kemenpora berhasil membenturkan pemerintah dengan klub, pemain dan suporter. Selain itu, Kemenpora menganggap jika PSSI lebih menganggap kompetisi kalah penting dibandingkan dengan menghukum dan mengeluarkan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya dari kompetisi.

“PSSI lebih memilih menghentikan kompetisi. Menganggap kompetisi posisinya kalah penting dengan Arema Cronus dan Persebaya,” ujar Gatot.

Seperti telah diketahui, PSSI masih ngotot untuk memasukkan Arema Cronus dan Persebaya yang masih bermasalah dari sisi legalitas klub dan tunggakan gaji para pemain. Atas keputusan PSSI tersebut akhirnya PSSI diperingatkan oleh pemerintah dan kemudian Kemenpora melalui Menpora Imam Nahrawi mengeluarkan SK pembekuan PSSI karena mereka mengabaikan peringatan dan imbauan yang diberikan oleh pemerintah.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,