Gunung Karangetang Meletus, 465 Warga Mengungsi

OkeJoss.co – Kamis 7 Mei 2014, Gunung berapi Karangetang yang berada di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara diberitakan melerus. Akhibat letusan gunung berapi ini, 465 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Walaupun tidak ada laporan korban jiwa, letusan Gunung Karangetang ini meratakan sejumlah rumah warga.

Warga juga menyebutkan kalai ini adalah letusan Gunung Karangetang paling besar yang penah mereka lihat. Erupsi besar ini dilaporkan terjadi pada hari Kamis (7/5/2015) siang waktu setempat. Dilaporkan kalau luncuran awan panas yang mengarah ke sisi timur membumbung tinggi dan terlontar sampai sejauh 4 kilometer.

Menurut keterangan Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, peningkatan aktivitas vulkanik Gunungapi Karangetang ini telah menyebabkan 465 orang mengungsi. Erupsi terjadi pada Kamis (7/5) pukul 14.00 WITA. “Erupsi disertai guguran lava pijar yang menimbulkan awan panas dan debu vulkanik tebal. Awan panas meluncur ke sisi timur sejauh 4 km,” kata Sutopo Purwo Nugroho.

Menurut data yang disampaikan Sutopo Purwo Nugroho, sampai berita ini diturunkan tidak ada korban jiwa dari masyarakat sekitar. Namun disebutkan kalau ada empat rumah warga rata dengan tanah karena terhempas guguran lava pijar. Keempat ruma ini berada di Kampung Kora-Kora Kelurahan Bebali Kecamatan Siau Timur dilaporkan telah rata dengan tanah.

Sutopo Purwo Nugroho juga menambahkan kalau luncuran awan kembali terjadi pada hari Jumat 8 Mei 2015. Disebutkan, saat ini lontaran batu pijar dan awan panas masih terus berlangsung. “Pada Jumat (8/5) pagi terjadi satu kali luncuran awan panas dengan jarak luncur 2,5 kilometer. Luncuran awan panas mengarah ke selatan pusat letusan atau mengarah ke Kali Kahetang dan Kali Awang,” jelas Sutopo Purwo Nugroho.

Saat ini pengungsi ditempatkan pada 3 titik pengungsian. “Pengungsi tidak membawa barang apa-apa karena kejadian mendadak. Masyarakat sudah terbiasa dengan letusan Gunungapi Karangetang, namun letusan dengan awan panas kemarin adalah yang besar sehingga masyarakat langsung mengungsi,” tambah Sutopo Purwo Nugroho.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,