Gerakan Trisakti Nusantara desak Presiden Jokowi copot Menteri BUMN

OkeJoss.co – Masalah demi masalah semakin sering menghampiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tahun pertama pemerintahannya.

Masalah terbaru yang mendatangi mantan Walikota Solo dan juga mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut adalah munculnya desakan dari gabungan organisasi yang menamakan dirinya Gerakan Trisakti Nusantara (GTN).

GTN sendiri mengklaim sebagai salah satu relawan Jokowi-JK pada masa Pilpres 2014 lalu. Mereka juga mengatakan jika terdiri dari beberapa organisasi seperti Laskar Rakyat Jokowi (LRJ), Aliansi Nasionalis Nahdliyin (ANN), dan Sahabat Nusantara (SN).

Melalui Riano Oscha yang merupakan salah satu anggota presediumnya, GTN mendesak presiden Jokowi agar segera mencopot Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Desakan untuk mencopot menteri Rini tersebut disebabkan karena apa yang telah dilakukan oleh menteri Rini saat ini dianggap dapat menghambat berjalannya prinsip Trisakti dan program nawa cita.

“Kalau tidak dicopot maka trisakti dan program nawa cita yang diusung Jokowi tidak akan berjalan,” kata Riano Oscha.

Selain itu, Riano juga menganggap kebijakan-kebijakan dari Menteri Rini di pemerintahan sangat bersifat pro-neolib. Ucapan Riano tersebut didasari pada pengangkatan pejabat-pejabat tinggi yang berada di bawah kementerian BUMN dipilih karena mengutamakan kesamaan paham dengan sang menteri.

“Dia mengangkat muka lama dari rezim pemerintahan SBY yang kita kenal berpaham neolib,” sambung Riano.

Sementara itu, anggota Presedium GTN lainnya, Marihot Siahaan, menambahkan, harusnya sejak awal Jokowi tidak mengangkat Rini Soemarno menjadi salah satu menteri di Kabinet Kerja.

Untuk diketahui, program nawa cita merupakan sembilan agenda prioritas yang dirancang oleh Jokowi-JK jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Secara umum, program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.  

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,