ilustrasi lensa kontak
ilustrasi lensa kontak

Fokus Pada Kalangan Medis, Google Siap Rilis Proyek Lensa Kontak Pintar

OkeJoss.co – Pendirian Alphabet, induk perusahaan yang menaungi Google dan beberapa perusahan lain pada tahun 2015 ini mulai menunjukkan gebrakannya. Proyek lensa kontak pintar yang telah dimulai oleh Google pada tahun lalu ini dikabarkan hampir selesai dan siap untuk dirilis.

Kepastian akan dirilisnya proyek lensa kontak pintar tersebut diungkapkan oleh Presiden Alphabet yang juga pendiri Google, Sergey Brin.

Seperti dilaporkan TechRadar, Minggu (23/8/2015), Brin mengatakan jika proyek lensa kontak pintar tersebut akan dirampungkan oleh Google X Lab dan ditujukan khusus untuk kalangan medis. Tujuan dan sasaran yang jelas dari proyek lensa kontak pintar Google ini membuat tim optimis dapat segera menyelesaikan proyek ini.

Dengan adanya lensa kontak pintar ini, maka harapannya kalangan medis akan mampu terbantu dalam mencegah dan pendeteksian penyakit.

“Mereka terus mengerjakan proyek ini, menghadirkan teknologi baru mulai dari tahap riset dan pengembangan, uji klinis dan semoga saja mengubah cara kita mencegah serta mendeteksi penyakit,” kata Brin.

Secara detail, Google menjabarkan dua fokus area sasaran dari proyek lensa kontak pintar ini. Pertama, sebagai media baru bagi para pasien diabetes untuk mengawasi kadar glukosa, dengan mengukur kadar gula darah di cairan mata.

Kedua, membantu fokus alami mata pada objek yang dekat dan mengembalikan kemampuan melihat bagi yang rabun dekat. Untuk fungsi pendeteksi kesehatan, lensa kontak akan mengirimkan data yang dikumpulkannya ke smartphone atau tablet.

Walaupun hingga kini Google belum mengumumkan kapan tanggal pasti akan diluncurkannya lensa kontak pintar tersebut, namun melihat progress yang saat ini berjalan, tim dan Google optimis akan segera merilisnya di akhir tahun 2015 atau di awal tahun 2016.

Sebagai informasi, dalam menggarap proyek ini, Google X Lab juga akan bekerjasama dalam tim yang terdiri dari perusahaan Life Sciences dengan Andy Conrad sebagai CEO-nya.

Comments

comments

Comments are closed.

Kata kunci : , ,