Fenomena Keluarnya Cacing Tak Berhubungan Dengan Gempa Bumi

OkeJoss.co – Dari Jogja dikabarkan bahwa beberapa tempat terutama di Bantul muncul fenomena keluarnya cacing dari dalam tanah. Banyaknya cacik yang keluar tersebut sempat membuat resah warga terlebih dikaitkan dengan salah satu pertanda akan adanya gempa bumi.

Padahal fenomena dan kaitannya tersebut tidak benar dan perlu diluruskan. Munculnya atau banyaknya keluar cacing dari dalam tanah di beberapa tempat di Bantul bisa dikarenakan karena curah hujan yang tinggi beberapa hari belakangan ini.

Keresahan warga juga muncul karena juga beredar dugaan kaitan gempa tersebut melalui jejaring media dan pesan singkat.

“Berkaitan dengan banyaknya cacing yang keluar di Kabupaten Bantul, kami langsung melakukan kroscek ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul. Meski banyak cacing yang keluar masyarakat tidak perlu resah, karena keluarnya cacing ini dimungkinkan akibat guyuran hujan dua hari berturut-turut, setelah 27 Mei sampai 30 Mei tidak terjadi hujan sama sekali. Dampaknya saat 31 Mei dan 1 Juni diguyur hujan yang cukup lebat banyak cacing keluar dari dalam tanah,” jelas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jakarta, Mochamad Riyadi kepada KRjogja.com di Yogyakarta, Rabu (03/06/2015).

Mochamad Riyadi mengatakan, intensitas hujan yang cukup lebat menjadikan banyak air masuk (terserap) ke dalam tanah. Kondisi tersebut yang memungkinkan keluarnya cacing dari dalam tanah, seperti halnya keluarnya laron setelah hujan. Untuk itu pihaknya meminta agar masyarakat DIY, khususnya yang tinggal di daerah Bantul agar tidak mudah mempercayai adanya isu-isu akan terjadinya gempa besar yang belum tentu benar. Mengingat sampai saat ini belum ada alat yang secara detail bisa memastikan kapan dan dimana gempa bumi akan terjadi.

“Waspada boleh tapi bukan berarti sampai mempercayai isu-isu menyesatkan yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap mantan Kepala BMKG Stasiun Geofisika Yogyakarta tersebut.

Mochamad Riyadi menambahkan, berdasarkan monitoring prekursor stasiun Pundong yang dilakukan BMKG selama 1 minggu (25 Mei sampai 2 Juni), pihaknya tidak mendapatkan data-data yang mengarah akan terjadinya gempa besar dalam waktu dekat, seperti adanya perubahan paramater (temperatur, tekanan, temperatur bawah permukaan dan emisi radio aktif atau radon). Hal itu memperkuat, bahwa cacing yang keluar dari dalam tanah tidak berkaitan (pertanda) akan terjadinya gempa besar.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,