Fasilitasi pendemo, DPR bangun alun-alun demokrasi di komplek parlemen

OkeJoss.co – Setelah pada tahun 2011 lalu rencana pembangunan gedung baru di komplek parlemen DPR dibatalkan dan kemudian tahun ini kembali mengajukan rencana untuk membangun museum, perpustakaan, research center, ruang anggota dewan dan stafnya dalam satu komplek khusus di sekitar gedung DPR, maka kali ini mereka kembali berencana untuk membangun alun-alun di atas areal terbuka sekitar komplek parlemen.

Rencana pembangunan alun-alun di atas areal terbuka sekitar komplek parlemen tersebut ditegaskan oleh wakil ketua DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah. Fahri mengatakan jika pembangunan alun-alun ini merupakan langkah yang perlu diapresiasi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa kepada wakilnya di DPR. Untuk teknis pembangunannya nanti akan dilaksanakan secara bertahap dan terdiri dari 7 tahapan.

Pemilihan penggunaan istilah alun-alun sendiri terinspirasi dari kebiasaan orang Jawa yang berarti tempat protes dan kritik masyarakat terhadap raja.

“Itu kan bertahap ya, dari 7 tahapan itu kita akan bangun ruang terbuka untuk publik, mengapa menggunakan istilah alun-alun, menurut info dari ilmuan kalau ruang terbuka semakin hilang, tempat unjuk rasa dan mengutarakan pendapat hilang, makanya kami gunakan istilah itu,” ujar Fahri.
Selain itu Fahri menegaskan bahwa tempat tersebut bukanlah untuk anggota dewan. Menurutnya dewan hanya penyalur aspirasi masyarakat, dan salah satu caranya adalah dengan memfasilitasi ruang terbuka atau alun-alun demokrasi tersebut.

Nantinya alun-alun akan memanfaatkan lahan lapangan futsal dan basket di kompleks parlemen itu. Ditambah lahan kosong di sekitarnya sehingga Fahri menyebut ada 20 hektare lahan nantinya. Saat ini pembangunan alun-alun demokrasi itu belum dapat digunakan walaupun telah diresmikan pimpinan DPR karena masih terdapat sekat-sekat.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,