Enggan manfaatkan perusahaan media miliknya, Dahlan Iskan luncurkan situs gardudahlan.com

OkeJoss.co – Dahlan Iskan telah resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 21 gardu induk listrik di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Status tersangka yang diterima oleh bos dari Jawa Pos Group tersebut tidak membuat Dahlan memanfaatkan perusahaan medianya untuk menghadapi kasus yang menjeratnya.

Secara tegas Dahlan Iskan mengatakan jika dirinya tidak ingin membebani perusahaan media miliknya. Sebagai gantinya, ia memanfaatkan situs bernama www.gardudahlan.com sebagai corong untuk menghadapi kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gardu PLN yang menimpanya.

“Saya akan menjadi beban bagi perusahaan media saya jika saya tidak berubah. Maka untuk corong pribadi itu, saya meluncurkan www.gardudahlan.com. Saya akan selalu menyalurkan keterangan saya melalui www.gardudahlan.com itu,” ujarnya.

Dengan adanya situs www.gardudahlan.com, Dahlan tidak akan memberikan kesempatan wawancara kepada pewarta terkait kasus yang menimpanya. Hal tersebut dilakukannya agar dirinya tidak membuat keterangan yang kurang pas kepada banyak pihak terkait kasusnya. Walaupun demikian, mantan Dirut PLN tersebut juga tidak melarang media untuk mengutip keterangannya di gardudahlan.com.

“Termasuk, tidak akan memberikan wawancara kepada wartawan dari perusahaan saya. Saya tidak ingin banyak pihak salah paham karena keterangan saya yang kurang pas. Tapi, saya tidak akan melarang media untuk mengutip keterangan saya di gardudahlan itu. Saya tidak punya juru bicara. Kelihatannya www.gardudahlan.com yang akan jadi juru bicara saya,” lanjutnya.

Dahlan juga memastikan jika situs yang baru diluncurkannya tersebut hanya akan digunakan untuk menjelaskan duduk persoalan kasus yang menimpanya secara subjektif berdasarkan sudut pandang dirinya dan tidak akan digunakan untuk menyerang, memaki, memfitnah, dan memojokkan siapa pun.

“Saya hanya akan menggunakannya untuk menjelaskan duduk persoalan. Tentu subjektif, hanya dari sudut saya,” ujarnya.

Hingga kini, mantan Menteri BUMN era presiden SBY tersebut belum menunjuk pengacara dan masih menghadapi kasus yang menimpanya seorang diri.

Comments are closed.

Kata kunci : , , , , ,