Dua Juta Hektar Hutan Indonesia Hangus Dalam Kebakaran Sejak Juni

OkeJoss.co – Lebih dari dua juta hektar kawasan hutan telah menjadi abu dalam lima bulan terakhir di Indonesia, menurut data yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Badan itu mengatakan pada hari Jumat bahwa berdasarkan data satelit yang dikumpulkan dari 21 Juni sampai 20 Oktober, diperkirakan 2.089.911 hektar hilang.

Jumlah itu kemungkinan bertambah, karena sejumlah besar hutan – serta lahan gambut – masih terdapat titik api, menyebabkan krisis kabut yang sedang berlangsung, terutama di pulau Kalimantan dan Sumatera.

“Kami telah membandingkan data yang dikumpulkan dari sebelum dan setelah kebakaran mulai,” Parwati Sofan, seorang pejabat senior di Lapan, mengatakan dalam konferensi pers pada hari Jumat di markas Badan Alam Mitigasi Bencana (BNPB) ‘s di Jakarta Pusat, seperti dikutip kompas.com.

Lapan memperkirakan bahwa 832.999 hektar hutan dibakar di Sumatera, 806.817 hektar di Kalimantan, 353.191 hektar di Papua, 30.912 hektar di Sulawesi, 30.162 hektar di Bali dan Nusa Tenggara, 18.768 di Jawa, dan 17.063 di Maluku.

Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa 32 persen dari hotspot di negara tersebut saat ini ditemukan di kawasan hutan non-konsesi, 20 persen di kawasan hutan industri (HTI), 20 persen di perkebunan kelapa sawit, dan sisanya ditemukan di kawasan hutan yang digunakan untuk tujuan lain.

“Meskipun satelit telah membantu kami [mengumpulkan data], ingatlah bahwa itu tidak dapat memindai kawasan hutan yang tercakup dalam kabut tebal dan awan,” tambah Parwati. “Kami berharap jumlah meningkat karena pengumpulan data masih berlangsung. Kami akan memperbarui data setiap sepuluh hari.”

BNPB dan cabang lokalnya telah menyiapkan berbagai tempat penampungan bagi warga dari daerah yang terkena.

Palang Merah Indonesia (PMI) pada Kamis mengirim ambulans ekstra, truk air, pemurni air, tempat penampungan, pemurni udara dan tetes mata untuk Sumatera dan Kalimantan. PMI telah memperpanjang masa tanggap darurat kabut untuk Januari, sebagai bencana masih tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,