Diisukan Merger Dengan Asus, CEO Acer Membantah

OkeJoss.co – Penurunan dan merosotnya penjualan produk-produk Acer sejak tahun 2011 membuat perusahaan asal Taiwan tersebut dikabarkan terbuka kepada perusahaan lain yang ingin mengakuisisi mereka.

Rumor merger ini berkembang setelah Stan Shih, pendiri Acer, menyebut bahwa ia sangat terbuka apabila ada perusahaan lain yang mau mengakuisisi Acer. Pertimbangan ini menjadi salah satu opsi untuk mengembalikan harga saham Acer yang merosot tajam.

Beberapa waktu lalu Shih juga mengatakan dan memperingatkan jika siapa pun yang nantinya membeli perusahaan yang didirikannya tersebut, maka harus siap untuk menerima kerugian.

Pernyataan dan peringatan yang diungkapkan oleh Shih tersebut bukan tanpa sebab. Penjualan Acer hingga beberapa bulan terakhir terus merosot, bahkan mereka mengalami penurunan sebesar 33% pada Juli silam. Harga sahamnya pun turun hampir setengahnya sejak bulan April 2015.

Melihat kemungkinan untuk diakusisinya Acer tersebut, rumor beredar jika Acer kemungkinan besar akan diakuisisi dan dimerger dengan Asus, perusahaan asal Taiwan lainnya yang tengah meroket di pasar teknologi dunia saat ini.

Menanggapi rumor terkait dengan merger antara Acer dan Asus, CEO Acer Jason Chen langsung memberikan konfirmasi dan membantah hal tersebut. Chen dengan tegas menyebut jika merger antara Acer dan Asus merupakan hal tidak mungkin terjadi.

Seperti dikutip dari Ubergizmo, Senin (7/9/2015), Chen mengklaim bahwa jika merger dilakukan, baik Asus maupun Acer akan melakukan pelanggaran terhadap aturan hukum di Taiwan.

Sebagai informasi, pemerintah Taiwan memang tidak membolehkan dua perusahaan untuk melakukan merger, jika setelah merger itu dilakukan market share perusahaannya melewati angka 70%.

Kerugian terbesar Acer disebabkan karena pasar PC yang terus melemah dan melambat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari perusahaan, Acer tercatat mengalami kerugian sebesar 2,89 miliar dolar Taiwan dalam enam bulan pertama di 2015.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,