Dalam Suka Dan Duka Vanuatu Adalah Kawan Kita

OkeJoss.co – Indonesia telah memberikan bantuan kemanusiaan untuk Republik Vanuatu, yang baru-baru ini dilanda Topan Pam.

Vanuatu adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di lautan Samudra Pasifik Selatan, sebelah timur dari Australia utara, timur laut dari laut Kaledonia Baru, barat Fiji dan tenggara dari Kepulauan Solomon. Ini adalah negara dengan enam provinsi di wilayah sekitar 12.189 kilometer persegi dan berpenduduk 266.937 orang. Negara bernama Hebrides Baru selama Kondominium Inggris yang terdiri dari 83 pulau-pulau.

Pada bulan Maret tahun ini, topan parah yang mencapai kecepatan diperkirakan dari 320 kilometer per jam mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerusakan di wilayah Vanuatu. Sampai saat ini, telah dilaporkan bahwa topan menyebabkan 24 korban.

Pemerintah Indonesia, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Palang Merah Indonesia dan Kementerian Luar Negeri, telah memberikan bantuan kemanusiaan ke Vanuatu.

Menurut BNPB wakil manajemen darurat Tri Budiarto, bantuan yang diberikan adalah US $ 2 juta, yang terdiri dari:

BNPB for Vanuatu 2015

Bantuan itu dibawa melalui dua pesawat – yang Cardig Boeing 737 dengan 14 ton kargo dan A330 Garuda Indonesia Airbus dengan 35 ton kargo.

Sebuah tim bantuan kemanusiaan dari 19 ahli juga dikirim, yang terdiri dari lima personil dari BNPB, dua personel dari Badan Manajemen Bencana Papua (BPBD) dan Papua Barat BPBD, salah satu personil dari Kantor Menteri Pembangunan dan Kebudayaan Koordinasi Manusia, dua personil dari Kementerian Luar Negeri, salah satu personel dari Departemen Kesehatan, salah satu personil dari Departemen Sosial, tiga personil dari Manajemen Rapid Response Satuan Bencana, salah satu personil dari Palang Merah Indonesia dan tiga wartawan.

Keberangkatan Republik Indonesia Tim Misi Kemanusiaan untuk Cyclone Pam korban untuk Republik Vanuatu diresmikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, didampingi Kepala BNPB Syamsul Maarif di Cargo Ekspor 510 Warehouse, Garuda Cargo Center, Soekarno-Hatta International Bandara, Cengkareng, pukul 7:00 pagi pada tanggal 4 April.

“Dalam suka dan duka, Vanuatu adalah teman terbaik kami,” kata Retno dalam sambutannya pada upacara pengiriman. Upacara ini juga dihadiri oleh ketua DPR Komisi VIII, Presiden Direktur Garuda Indonesia, Cardig Air presiden pirector, Kementerian Luar Negeri Sekretaris Jenderal, BNPB Eselon I dan II pejabat dan pejabat terkait lainnya.

Setelah penerbangan 12 jam, Tim Kemanusiaan Indonesia transit di Fiji untuk memuat barang-barang bantuan dari pesawat Garuda untuk pesawat kargo. Tim tiba di Vanuatu pada 6 April pukul 5:00 pm waktu setempat.

Tim bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan pada tanggal 7 April pada jam 11:00 dengan perubahan iklim dan bencana alam menteri Vanuatu. Nadjib mengucapkan terima kasih atas bantuan dan menjelaskan tentang bencana di Vanuatu.

Serah terima bantuan Indonesia untuk Vanuatu

Kedutaan, bersama dengan ketua delegasi Indonesia, Ir. Taufik Kartiko, M.Si, mengadakan pertemuan dengan beberapa pejabat dari pemerintah Vanuatu, termasuk Menteri Luar Negeri Vanuatu Sato Kilman dan Perdana Menteri Vanuatu Hon Joe Yhakowaie Natuman.

Dalam kunjungan singkat, Natuman mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Indonesia untuk para korban topan.

“Pada saat ini, kita perlu untuk membangun kembali sekolah-sekolah, menanam kembali pohon-pohon dan meremajakan hal setelah bencana,” katanya.

Nadjib Riphat Kesoema juga mengirim salam atas nama Presiden Indonesia dan menyampaikan belasungkawa terdalam untuk bencana.

“Kami datang sebagai teman di misi kemanusiaan ini,” kata Nadjib.

Vanuatu Perubahan Iklim dan Menteri Bencana Alam James Bule menerima bantuan secara simbolis dari Nadjib di Kantor Nasional Penanggulangan Bencana (NDMO) di Vanuatu.

Setelah itu, Tim Kemanusiaan Indonesia menerima briefing pada pekerjaan bantuan bencana dilakukan oleh pemerintah Vanuatu. Dipimpin oleh sutradara NDMO Shadrack Welegtegit, kedua belah pihak saling bertukar ide tentang bagaimana pekerjaan bantuan bencana dilakukan di Indonesia.

Welegtegit mengatakan bahwa orang-orang di Vanuatu diperlukan persediaan makanan selama tiga bulan ke depan. “Sampai periode panen berikutnya ketika persediaan makanan kita dijamin,” katanya.

Pemerintah Indonesia juga mengundang Vanuatu untuk menghadiri Konferensi Asia-Afrika di Bandung, Indonesia. Diharapkan bahwa kerjasama antara Indonesia dan Vanuatu bisa meningkatkan sangat, “bukan hanya dalam bantuan sosial, tetapi juga di sektor lain seperti pendidikan, ekonomi dan pertanian,” kata Nadjib.

Comments are closed.

Kata kunci : , , , ,