Cilegon Terancam Banjir Karena Masalah Drainase

OkeJoss.co – Musim penghujan yang masih dirasakan di sebagian besar kota-kota di Indonesia menjadi masalah tersendiri bagi beberapa kota yang belum memiliki drainase yang memadahi. Salah satunya adalah Kota Cilegon yang masih terancam mengalami banjir bila dilanda hujan dengan intensitas besar, karena masalah drainase di kota tersebut.

Hujan yang melanda Kota Cilegon, menyebabkan beberapa ruas jalan terendam, Jumat (17/4). Di Jalan Raya Cilegon-Anyer daerah Cigading di Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan. Akibatnya, lalu lintas yang ada di sana sempat tersendat karena para pengendara menguraangi laju kendaraannya.

Budi warga setempat mengaku, genangan air yang dijalan tersebut bukan hal yang baru baginya. “Tiap hujan juga jalan di sini pasti kebanjiran akibat enggak ada drainase,” katanya akhir pekan lalu.

Dia mengaku, genangan air tersebut bisa menghambat laju lalu lintas. Bahkan kata dia, jika tidak hati-hati pengendara bisa mengalami kecelakaan. “Kalau jalannya udah enggak keliatan karena banjir, mau enggak mau harus pelan-pelan bawa kendaraannya. Kalau enggak, kita bisa jatuh karena licin,” ujarnya.

Rahmat, salah seorang pengendara motor merasa khawatir dengan jalan yang banjir tersebut. Soalnya kata dia, bisa menyebabkan kecelakaan. “Tadi aja saya hampir jatuh gara-gara kena lubang,” katanya.

Dia meminta pemerintah setempat segera mengatasi permasalahan tersebut. Karena jika dibiarkan, genangan air itu bisa menyebabkan jalan cepat rusak. “Seharusnya pemerintah cepat tanggap, jangan cuma melihat saja, tapi harus bertindak,” katanya.

Camat Ciwandan AH Junaedi mengaku, genangan air di depan Cigading bukan hal yang baru baginya. “Iya memang betul daerah itu langganan banjir, bahkan kami juga sudah melakukan bnerbagai upaya agar permaslahan tresebut bisa segera diatasi,” katanya.

Dia mengaku, penyebab utama terjadinya genangan air ketika turun hujan di karenakan tidak adanya saluran air. “Di sana itu enggak ada saluran airnya, kalaupun ada itu untuk pembuangan limbah perusahaan, bukan sebagai saluran air,” katanya.

Untuk itu, dia berharap agar para pemilik pabrik yang berlokasi di pinggir jalan bisa memberikan ruang untuk saluran air. “Kalau perusahaan mau dengan hal itu, pasti tidak akan ada genangan air. Kalau terus seperti ini kita juga bingung, biarpun sering ngajuin kalau perusahaan enggak bisa kerjasama, ya percuma,” katanya.

Ketua Komisi I DPRD Cilegon Abdul Gofur mengaku, pihaknya telah menyampaikan permaslahan tersebut ke Pemprov Banten, karena jalan yang ada di sana merupakan kewenangan Provinsi. “Kita bersama dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait udah menyampaiakannya, cuma kalau untuk implementasinya kita juga belum tahu kapan,” ujarnya.

Kata dia, lambatnya penangan permaslahan tersebut lantaran anggaran yang belum bisa di kucurkan oleh Pemprov. “Kita masih menunggu dana dari APBD Provinsi untuk perbaikan, kalau dari Pemkot Cilegon kan enggak mungkin,” ujarnya.

Dia mengaku, genangan air yang sering melanda daerah tersebut karena minimnya lahan terbuka hijau. “Ditambah dengan tidak adanya saluran air dan tempat penyerapan air, jadi kalaupun sebentar hujannya, pasti akan banjir,” ujarnya.

Dia mengatakan, kawasa tersebut merupakan daerah industri. Seharusnya kata dia, para pemilik pabrik bisa memahami dan mengerti permasalahan tersebut. “Di sana itu kan ada beberapa pabrik, kalau bisa para pemilik pabrik juga ikut menyediakan tempat untuk saluran air, bukan untuk pipa pembuangan limbah saja,” ujarnya.

Comments are closed.

Kata kunci : , , ,