Bekukan PSSI, Nurdin Halid anggap Menpora Imam Nahrawi kejam

OkeJoss.co – Pembekuan Organisasi PSSI oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berujung pada dihentikannya kompetisi yang berada di bawah PSSI. Menanggapi kasus yang tengah menimpa PSSI kali ini, mantan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid mengakatakan jika Menpora Imam Nahrawi kejam.

Ketua Umum PSSI periode 2003-2007 dan 2007-2011 tersebut bahkan membandingan Imam Nahrawi dengan Andi Mallarangeng yang merupakan Menpora pada saat dirinya menjabat sebagai ketua umum PSSI. Menurut Nurdin Halid, Imam lebih kejam dari pada Andi.

Ungkapan tersebut didukung dengan pernyataannya yang mengatakan jika sebenci-bencinya Andi Mallarangeng dengan PSSI, ia tidak sampai hati untuk membekukan PSSI.

“Sebenci-bencinya Andi Alifian Mallarangeng dia tidak sampai hati untuk membekukan PSSI. Dia hanya tidak mengakui saya dan Nugraha Besoes sebagai ketua umum dan sekjen PSSI, dan sempat membuat surat untuk mengusir kami dari kantor PSSI,” ujar Nurdin.

“Jadi memang Menpora ini lebih kejam dibanding Andi Mallarangeng itu,” lanjutnya.

Selain itu, Nurdin Halid yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie ini mengatakan jika banyak penduduk Indonesia yang tidak menyangka dan menduga jika Menpora Imam akan membekukan PSSI.

Nurdin juga melakukan klarifikasi terkait keterangannya yang dirasa telah disalahtafsirkan oleh media, sehingga terkesan dirinya mendukung langkah dari Menpora Imam Nahrawi untuk membekukan PSSI. Dalam klarifikasinya, ia mengatakan jika ia membenarkan jika PSSI memang perlu dikritisi oleh Menpora, namun tidak benar jika Menpora mengambil langkah-langkah yang diluar aturan sepakbola itu sendiri.

“Yang saya sampaikan waktu itu, boleh saja Menpora mengkritisi PSSI. Tetapi, kemudian dikatakan saya mendukung langkah-langkah Menpora. Itu tidak benar. PSSI memang perlu dikritisi, tetapi tidak benar kalau Menpora mengambil langkah-langkah yang diluar aturan sepakbola itu sendiri,” jelas Nurdin Halid.

Comments are closed.

Kata kunci : , ,