Batu Akik Sangiran sebagai Batu Fosil Berkualitas

OkeJoss.co – Batu akik sedang naik daun menjadi bahan perbincangan di berbagai pelosok di Indonesia saat ini. Berbagai jenis batu kemudian muncul menjadi primadona tersendiri dan menjadi ciri khas dari suatu daerah tertentu. Tak ketinggalan juga dari Sangiran, sebagai kawasan lokasi ditemukannya manusia purba disana, tepatnya di Dusun Ngampon.

Dusun yang terletak di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen ini merupakan desa yang berada di wilayah wisata situs purbakala Sangiran. Dusun Ngampon ini sekarang banyak dikenal pecinta batu alam sebagai penghasil batu akik dengan kualitas yang baik. Batu akik di Dusun ini terkenal kualitasnya karena berasal dari fosil tumbuhan berusia jutaan tahun.

Batu akik Sangiran ini bahkan langsung dikenal luas masyarakat. Permintaan akik Sangiran juga langsung melonjak hingga lima kali lipat dibanding sebelumnya. “Setelah booming batu akik, permintaan memang naik drastis. Bahkan kami sampai kewalahan memenuhi pesanan dari berbagai daerah,” ujar Putut Ari Wibowo (31), salah satu perajin batu akik Sangiran.

Menurut Putut, sekarang ini permintaan mengasah batu akik naik tajam, jauh berbeda saat pesona batu yang berasal dari alam ini belum membahana. Saking banyaknya permintaan, terkadang dia merasa kewalahan bila pemesan menginginkan segera cepat selesai karena harus kerja lembur. “Kalau dulu mengasah batu akik bisa ditunggu. Tapi sekarang tidak bisa dilakukan, karena banyak sekali permintaan,” ujar pria yang mewarisi bisnis batu akuk turun temurun.

Pria asli Desa Krikian ini menambahkan, saat ini yang lagi ngetrend di kalangan pehobi batu akik adalah bongkahan batu, yang kemudian diasahkan serta diberi ring cincin sesuai permintaan. Kalau hari Minggu, kawasan Sangiran sangat ramai. Banyak pengunjung yang datang berkunjung ke museum Sangiran sekalian mampir membeli souvenir berupa batu akik.

Kawasan Sangiran memang memiliki kekayaan batu alam yang luar biasa. Batuan yang kemudian dibuat batu akik adalah fosil tumbuhan yang telah membatu selama jutaan tahun. Sedangkan fosil dari binatang dilarang karena harus diserahkan ke pihak museum. “Kami juga menjual berbagai jenis batu akik secara online. Banyak pelanggan dari berbagai kota di Indonesia yang memesan jenis batu tertentu dan dikirim lewat pos kalau sudah jadi,” tandasnya.

Sementara Tini (38) salah satu penjual batu akik yang lain menambahkan, penjualan batu akik di daerah Sangiran mengalami peningkatan yang signifikan. Di kiosnya, setiap hari selalu ramai dengan permintaan berbagai macam batu akik. Saat ini penjualan batu akik paling ramai adalah yang harganya di kisaran harga Rp 100 ribu – Rp 250 ribu.

“Pembeli paling banyak adalah yang harganya di bawah harga Rp 1 juta, untuk jenis batunya juga bermacam-macam,” tambahnya.

Comments are closed.

Kata kunci : , , , ,