Batal Tanding, Arema Bebaskan Pelatih dan Pemain

OkeJoss.co – Klub peserta kompetisi QNB League, Arema Cronus akhirnya membebaskan para pelatih dan pemainnya untuk waktu yang tidak ditentukan. Hal ini terpaksa dilakukan manajemen Arema Cronus akibat pembatalan pertandingan QNB League yang sedianya akan bertanding pada 25 April 2015 tadi sore melawan Pelita Bandung Raya atau yang telah berubah menjadi Persipasi Bandung Raya (PBR).

Selain membebaskan pelatih dan pemain, pembatalan pertandingan melawan PBR juga menyebabkan manajemen kehilangan uang ratusan juta rupiah. Menurut panitia pelaksana, manajemen rugi hingga Rp 300 juta akibat biaya yang terlanjur keluar seperti biaya mencetak sekitar 30 ribu tiket, sewa stadion tempat pertandingan, latihan pemain dan biaya operasional lainnya. “Kasarnya kita merugi Rp 300 juta,” kata Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Abdul Haris.

Manajamen Areman juga tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya atas pembatalan pertandingan tersebut. Manajemen mengungkapkan bahwa segala persiapan telah dilakukan. Namun karena izin pertandingan tidak dikeluarkan oleh kepolisian Malang maka pertandingan pun terpaksa dibatalkan. Kepolisian Malang memang tidak bisa mengeluarkan izin pertandingan karena Mabes Polri telah meminta seluruh kepolisian mematuhi surat keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga untuk melarang pertandingan sepakbola di Indonesia.

Para pemain pun mengalami gangguan secara psikis. Banyak pemain Arema yang tidak terkontrol emosinya sehingga membuat manajemen Arema Cronus akhirnya mengambil langkah untuk meliburkan pelatih dan pemain. Manajemen ingin memberikan waktu agar pemain dan pelatih bisa refreshing dan kembali bersama keluarga.

Manajamen Arema Cronus juga belum memberitahukan secara pasti kapan pemain dan pelatih akan berlatih lagi. Manajemen baru akan memanggil pelatih dan pemain ketika Kemenpora telah memberikan informasi kapan QNB League akan dimulai kembali.

Di lain pihak, pelatih Persipasi Bandung Raya (PBR) Dejan Antonic ikut geram dengan ketidakjelasan QNB League 2015. Pelatih asal Serbia tersebut mengaku bahwa tim dan jajaran staff klub telah tiba di Malang untuk bertanding. Tidak jelasnya kapan kompetisi dilanjutkan juga membuat Dejan pusing karena dia harus menyusun ulang program latihan untuk pemainnya.

Dejan mengaku akan menunggu keputusan PSSI dan PT Liga serta Kemenpora terkait kompetisi ini. Dan dirinya berharap semua masalah bisa diselesaikan secepat mungkin sehingga klub dan pemain bisa kembali bertanding dan berlomba menjadi juara Liga Indonesia.

Comments are closed.

Kata kunci : ,