Bareskrim Polri akan segera panggil DPRD DKI terkait dugaan korupsi UPS

OkeJoss.co – Setelah resmi mendapatkan limpahan kasus dugaan korupsi pengadaan UPS yang dilakukan oleh DPRD DKI Jakarta oleh Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri dikabarkan akan segera memanggil DPRD DKI Jakarta.

Pemanggilan DPRD DKI Jakarta tersebut dilakukan guna menggali keterangan terkait dugaan adanya dana siluman pada APBD DKI yang digunakan untuk pengadaan UPS di 49 sekolah di Jakarta.

Walaupun demikian, pemanggilan DPRD DKI tersebut hingga kini belum dijadwalkan oleh Bareskrim Polri. Pasalnya,  seperti yang diungkapkan oleh Kadiv Humas Polri Brigjen Anton Charliyan, ia mengatakan DPRD DKI Jakarta akan sesegera dipanggil jika Bareskrim sudah ada keterangan dan bukti yang jelas.

“Sesegera mungkin akan dipanggil, kalau sudah ada keterangan yang jelas. Dipanggil pun kalau kita belum punya bukti, ya buat apa.‎ Ya kita upayakan segeralah,” kata Brigjen Anton Charliyan.

Sebelum Brigjen Anton mengungkapkan rencana pemanggilan DPRD DKI, kemarin (23/3/2015), Wakapolri Komjen Badrodin Haiti telah menegaskan jika Polri akan memanggil DPRD DKI terkait kasus UPS Provinsi DKI Jakarta.

Namun Badrodin juga menyatakan jika hingga kini belum ditentukan jadwal pemanggilannya karena masih harus melakukan pemeriksaan kepada para saksi terlebih dahulu.

“Iya (DPRD DKI akan dipanggil). Belum ada jadwal (kapan), kita kan pastinya periksa saksi-saksi dulu,” kata Badrodin.

Calon tunggal Kapolri tersebut juga menjelaskan jika alasan Polri memindahkan kasus dugaan korupsi UPS ini sengaja dilimpahkan ke Mabes Polri agar menghindari kesan kongkalikong antara Polda Metro Jaya dengan Pemda DKI sehingga tidak menggangu proses hukum yang sedang berjalan.

‎”Supaya menghindari adanya kesan kan hubungan yang baik antara Polda Metro dengan Pemda DKI jangan sampai mengganggu proses penegakan hukum. Jadi kita tarik ke Mabes Polri,” ujarnya.

Badrodin juga belum mau menjelaskan detail siapa-siapa anggota DPRD yang akan dipanggil terkait kasus tersebut.

Comments are closed.

Kata kunci : , , , ,